Media Rusia dan Media China Meminta Keterangan Permintaan Seorang Aktivis Yang Sedang Perhitungkan Dua Negara



Jakarta,metronewstv.com Syalom salam sejahtera untuk kita semua malam ini saya menulis ini untuk seluruh teman-teman dan sahabat saya di pelosok Papua dan juga dunia Internasional yang sangat berharap saya melakukan perlawanan kepada negara Indonesia,


dunia Internasional yang berharap saya memberikan Informasi yang dapat membuat negara ini goyang pada saat sidang G20 di Bali, teman-teman dari Rusia dan Cina mengejek kenapa Anak dan Cucu kepala suku besar hanya meminta softex ? kenapa tidak meminta sesuatu yang lebih ?
kenapa saya hanya meminta pakaian dalam ? kenapa saya hanya meminta baju bayi ? kenapa saya hanya meminta hal-hal sederhana yang seharusnya sudah menjadi perhatian dari negara.

saya diam sejenak dan mengingat bagaimana susahnya pada saat saya berjuang di 5 tahun lalu, saya mengingat bagaimana susahnya saya masuk ke daerah terpencil untuk membantu anak-anak di sana...
saya akan menjawab hal ini dengan jujur semua kebutuhan yang saya tulis adalah akar dari perlawanan orang Papua kepada negara, itu adalah hal sederhana bagi kalian di luar Papua tetapi percayalah anak saya laki-laki di Intan Jaya pernah menghembuskan nafas karena hal sederhana yang saya minta itu, 

Saya adalah perempuan yang telah menghabiskan waktu tujuh tahun untuk mendengar apa yang rakyat saya mau, mereka minta merdeka di bunuh mati, mereka meminta kebebasan bersuara di hilangkan nyawanya, mereka minta kebebasan untuk menguasai tanah yang Tuhan titipkan mereka habis di cap teroris, mereka di cap separatis, mereka di cap melawan negara.

hari ini saya adalah suara mereka di negara, hari ini saya adalah pertahanan perempuan La Pago, mereka minta merdeka karena saudara saya laki-laki hak nya di rebut mereka susah mendapatkan pekerjaan di atas tanahnya sampai mau membeli softex bagi anak perempuan susah, mereka mau beli pakaian dalam untuk isteri mereka susah, mereka mau hidup layak seperti kalian didunia luar hanyalah mimpi.

saya tidak berani meminta lebih karena saya adalah perempuan, saya pernah meminta referendum dan gigi serta tangan saya cacat maka hari ini saya meminta hak-hak saya sebagai perempuan di penuhi

kami perempuan Papua mau beli softex saja susah, kami mau pakai pakaian dalam yang bagus susah, kami ini perempuan yang punya hak penuh atas tanah dan isi perut bumi tetapi faktanya kami miskin, saya mau melahirkan harus berpikir 1000 kali, saya mau mengandung anak-anak untuk penuhi tanah saya saya harus berdoa minta Tuhan kasih berkat karena mau beli minyak saja susah

saya meminta sepatu 10 konteiner karena anak-anak saya pernah di cambuk mereka harus disiksa
saya meminta hal-hal kecil yang menjadi luka bagi anak-anak saya di pedalaman
saya meminta hak saya sebagai seorang ibu
kalian besok akan masuk ke daerah saya, anak-anak saya yang kaya akan melarat di atas tanah nya
kalian harus bisa memberikan jaminan bahwa hak-hak saya sebagai perempuan Papua di penuhi.

saya tidak meminta lebih
semua permintaan yang saya sampaikan kemarin adalah permintaan yan pernah memakan korban jiwa.
seorang ibu pernah di perkosa di nduga sampai hamil dia melahirkan pendarahan, mereka dari kampung pesan softex dan juga celana dalam untuk perempuan tersebut, 3 hari pendarahan tanpa softex dan celana dalam
anak nya kedinginan tanpa baju yang layak mati begitu saja.
apakah setelah DOB ini mereka akan lebih layak hidupnya ?

Saya persilahkan media asing untuk menemani saya bertemu Mendagri pada Senin, 7 November 2022
saya persilahkan Kedutaan Rusia dan Cina mengikuti saya menutut hak saya sebagai perempuan Papua.

Tuhan Memberkati.

Penulis : Michelle Kurisi Doga Kurisi S.Sos S.Ikom
Aktivis Perempuan Papua

Post a Comment

Previous Post Next Post