Seorang pria ngamuk bawa celurit di Pasuruan Jawa timur


Pasuruan Jawa timur, metronewstv.com Aksi dramatis terjadi di Desa Tampung, Rembang, Pasuruan. Kejadian yang membuat gempar warga ini berlangsung saat petugas polisi dan TNI berjibaku mengamankan seorang pria yang tiba-tiba mengamuk dengan membawa celurit. 

Pria itu juga mengancam warga. Polisi akhirnya melepaskan tembakan untuk melumpuhkan pria ini.
Pria yang mengamuk itu diketahui bernama Thoriq (30). Warga setempat mengatakan ia mengamuk sudah sejak tiga hari ini. Akibatnya, aparat keamanan harus turun tangan. "Sudah tiga hari ini mengamuk," kata warga sekitar, Solikin, keterangan tertulis kepada wartawan Rabu (28/9/2022).


Polisi dan TNI tampak mengepung Thoriq yang berada di tengah sawah. Anggota polisi sempat melemparkan gas air mata. Namun, gas air mata itu hanya membuat Thoriq bergeming.

Akhirnya, sempat terjadi kejar-kejaran antara Thoriq dan petugas. Thoriq masih saja licin untuk ditangkap. Setelah dilakukan pengepungan selama 2 jam, Thoriq akhirnya bisa diamankan.

Thoriq bisa diamankan usai polisi melumpuhkannya dengan timah panas di bagian kaki. Setelah tidak berdaya, petugas baru meringkusnya.

Diketahui, sebelum mengamuk dengan celurit dan mengancam warga, Thoriq juga sempat menyekap ibunya sendiri. Ia menyekap ibunya di dalam rumah selama dua hari. Bahkan saat disekap, ibunya tidak pernah diberi makan dan minum.

"Orang tuanya sudah diselamatkan dan ditangani," ujar Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto Utomo, Selasa (27/9/2022).kemarin

Keterangan di lokasi menyebutkan Thoriq merupakan orang dengan gangguan kejiwaaan (ODGJ). Meski begitu, polisi akan melakukan tes kejiwaan untuk memastikannya.

"Informasi dari masyarakat seperti itu (ODGJ), tapi dites kejiwaan dulu untuk memastikan," kata Adhi.

Adhi belum bisa memastikan pemicu Thoriq berprilaku membahayakan tersebut. Saat ini, Thoriq masih dalam perawatan setelah sebelumnya dilumpuhkan dengan tembakan pada paha.

Namun, Adhi memastikan Thoriq merupakan residivis. Ia sudah keluar masuk bui. Perkara yang pernah menjeratnya yakni narkoba dan pencurian.

"Pelaku ini merupakan residivis. Sudah 2 kali masuk penjara, pertama karena narkoba, dan yang kedua karena pencurian dengan kekerasan," terang Adhi.


Laporan: Noviar

Post a Comment

Previous Post Next Post